Selama dua hari (21-22/3), dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Prof. Dr. Ir. Kuswanto menghadiri undangan dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Petanian (PVTPP) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Dipusatkan di Bogor, kegiatan ini terkait dengan sidang komisi PVT. “Menghadiri Sidang Komisi PVT adalah kewajiban Plant Breeder yang telah menyelesaikan uji BUSS (Baru, Unik, Seragam, Stabil) dalam rangka mendapatkan sertifikat Hak PVT (Paten)”, kata Kuswanto.

Materi utama yang harus dijelaskan dalam kesempatan tersebut, menurutnya adalah metode pemuliaan yang digunakan untuk mendapatkan varietas yang diusulkan patennya. Pada 2012 ini, sidang tersebut adalah kali pertama yang diselenggarakan oleh Pusat PVTPP untuk membahas dua usulan paten dari Prof. Dr. Ir. Kuswanto, MS dari UB dan PT. Agri Makmur Pertiwi Kediri. Prof. Kuswanto mengajukan hak PVT (paten) untuk kacang panjang sementara PT. Agri Makmur Pertiwi mengajukan PVT kacang panjang dan jagung manis.

Acara dihadiri oleh seluruh tim komisi PVT dan Pusat PVTPP Kementan, membahas lima usulan dari UB dan tujuh usulan dari PT Agri Makmur Pertiwi. Pada kesempatan tersebut, Prof.  Kuswanto diminta menjelaskan tentang semua proses pemuliaan yang digunakan untuk menghasilkan varietas unggul kacang panjang. Berbagai macam metode pemuliaan dan modifikasinya, dapat digunakan untuk menghasilkan varietas baru kacang panjang. [kus/nok]